Macam Macam Jaringan Komputer

Sabtu, November 19th 2016. | Artikel

Wireline
Fungsi jaringan adalah untuk berbagi sumber daya yang dimiliki dan untuk berkomunikasi secara elektronik. Sebuah jaringan biasanya terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan. Jaringan komputer wireline bekerja bekerja dengan menggunakan kabel-kabel sebagai penghubung antar komputer.

Kabel yang dapat digunakan adalah kabel coaxial, twisted pair dan serat optik.

Pada setiap komputer harus dilengkapi dengan kartu antarmuka yang disebut dengan NIC (Network Interface Card) atau LAN (Local Area Network).

Jaringan kabel yang biasanya digunakan pada area yang kecil misalnya satu ruangan dan gedung. Setiap komputer yang terhubung dalam jaringan memiliki MAC Address atau IP Address (Internet Protocol, merupakan alamat penomoran komputer, maksimal 255) yang berbeda-beda.

Keunggulan dari jaringan wireline adalah:

  1. Transmisi data 10 s.d. 100 Mbps
  2. Delay atau waktu koneksi antarkomputer cepat
  3. Transmisi data berjalan dengan lancar
  4. Biaya peralatan terjangkau

Kelemahan dari jaringan wireline adalah :

  1. Penggunaan terbatas pada tempat yang terjangkau kabel
  2. Waktu untuk instalasi lama
  3. Membutuhkan tempat dan lokasi jaringan yang permanen
  4. Membutuhkan biaya perawatan rutin
  5. Sulit untuk berpindah tempat

 

Wireless
Seiring dengan kecanggihan teknologi informasi, untuk membangun sebuah jaringan komputer dapat dimungkinkan tanpa menggunakan kabel (nirkabel).

Untuk pengganti kabel sebagai penghubung dapat digunakan gelombang radio (radio frequency), sinar inframerah (infrared), bluetooth, dan melalui gelombang mikro (microwave).

Komputer mobile, seperti notebook dan PDA (personal digital assistant) merupakan komputer yang dapat digunakan pada jaringan nirkabel.

Keunggulan / keuntungan jaringan nirkabel:

  1. Mobilitas (Jaringan nirkabel menyediakan pengaksesan secara real-time kepada pengguna jaringan dimana saja selama berada dalam batas aksesnya.)
  2. Kecepatan Instalasi (Proses instalasi jaringan ini relatif lebih cepat dan mudah karena tidak membutuhkan kabel yang harus dipasang sebagai penghubung.)
  3. Fleksibilitas tempat (Jaringan nirkabel atau wireless sangat fleksible terhadap tempat, berbeda dengan jaringan kabel yang tidak mungkin untuk dipasang tanpa kabel)
  4. Pengurangan anggaran biaya (Bila terjadi perpindahan tempat, anggaran biaya dapat ditekan walaupun investasi awal pada jaringan nirkabel ini lebih besar biayanya daripada jaringan kabel. Biaya instalasi dapat diperkecil karena tidak membutuhkan kabel dan biaya pemeliharaannyapun lebih murah.)
  5. Konfigurasi jangkauan (Konfigurasi jaringan dapat diubah dari jaringan peer–to-peer untuk jumlah pengguna yang sedikit menjadi jaringan infrastruktur yang lebih banyak.)

Kelemahan dari jaringan nirkabel adalah:

  1. Transmisi data hanya 1-2 Mbps yang jumlahnya jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.
  2. Transmisi data dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lainnya.
  3. Biaya peralatan mahal
  4. Adanya delay atau waktu koneksi yang besar
  5. Adanya masalah propagasi radio, seperti terhalang, terpantul, dan banyak sumber interferensi
  6. Kapasitas jaringan memiliki keterbatasan yang disebabkan spektrumnya tidak besar (pita frekuensinya tidak dapat diperlebar)
  7. Keamanan data atau kerahasiaan data kurang terjamin
  8. Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda yang menghalangi sinyal.

Pembangunan jaringan nirkabel pada area kecil sangat sederhana, kita hanya membutuhkan satu buah wireless access point sebagai hotspot dan wireless card adapter yang dipasang pada setiap komputer.

Untuk jaringan nirkabel yang lebih luas dapat menggunakan microwave (gelombang mikro) yang dihubungkan dengan satelit. Gelombang mikro dapat mencapai jarak yang jauh dan luas. Jaringan ini memerlukan biaya yang agak mahal.
Modem
Modem merupakan media elektronik untuk menghubungkan komputer dengan jaringan internet. Modem bekerja menggunakan sinyal digital yang diterjemahkan menjadi sinyal analog untuk ditransmisikan dan sebaliknya, menerjemahkan sinyal analog menjadi sinyal digital.

Berdasarkan teknologinya, modem dibedakan menjadi:

  1. Modem Dial-Up (Modem telepon)
  2. Cable Modem
  3. Model DSL
  4. Modem Dial-Up (Modem Telepon)

Modem telepon bekerja dengan menggunakan jaringan wireline yaitu kabel telepon. Pemasangan pada modem dial-up ini prosesnya lebih mudah dan biaya lebih murah – harus menghubungi ISP (internet service provider).

Jenis modem ini yang beredar terdiri dari model internal dan model eksternal. Modem internal dipasang pada slot ekspansi mainboard, dan model eksternal dipasang pada komputer dengan menggunakan kabel data serial atau kabel data USB.

Contoh ISP : Telkomnet (telkomnet@instan), IndosatNet, WasantaraNet, GrahamediaNet, dan CBNet.

Cable Modem

Cable modem memiliki cara kerja yang menyerupai cara kerja Network Interface Card (NIC) atau kartu ethernet yang dipasang pada komputer untuk LAN.

Proses kerja dari cable modem adalah memisahkan sinyal dari TV kabel menjadi dua yaitu sinyal untuk televisi dan sinyal data yang dihubungkan ke cable modem. Kemudian, cable modem dihubungkan dengan kartu jaringan (Network Interface Card) yang terdapat dalam PC. Kecepatan data downstream (sinyal masuk) rata-rata berkisat antara 4-56 Mbps. Sedangan kecepatan upstream (sinyal keluar) berkisar antara 256 Kbps hingga Mbps.Telkom Speedy (Modem DSL)

Contoh : Untuk mendownload file sebesar 10 MB, pada beberapa modem idealnya dapat dilihat seperti tabel berikut :

Tipe Modem Kecepatan Modem Waktu Transfer
Modem Dial Up

Modem Dial Up

Modem Dial Up

Modem ISDN

Cable Modem

Cable Modem

14.400 bps

28.800 bps

56.000 bps

128.000 bps

4 Mbps

10 Mbps

1,5 jam

46 menit

24 menit

10 menit

20 detik

8 detik

Selain kecepatan transfer seperti tabel diatas, pada kenyataannya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

Kecepatan processor dan memori komputer

Perangkat keras dan lunak yang mengatur alur data antara jaringan dan internet

Kepadatan lalu-lintas internet yang melalui backbone internet dari penyedia jasa internet

Kemampuan dan kecepatan dari server

Jumlah pengguna yang mengakses suatu server secara bersamaan

Modem DSL

Saat ini DSL (Digital Subscribser Line) merupakan pesaing utama cable modem.

Teknologi untuk modem DSL yang baru tersedia adalah ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) . Tapi di Indonesia belum semua daerah terjangkau oleh teknologi DSL.

ADSL menggunakan jaringan kabel telepon yang sudah diupgrade atau memiliki enhancement tertentu. ADSL tidak membutuhkan saluran telepon kedua tetapi membutuhkan splitter untuk pembagian antara modem dengan telepon. Kecepatan ADSL tidak terlalu jauh berbeda dengan kabel modem, dimana kecepatan downstream (data masuk) maksimum 1,5 Mbps dan kecepatan upstream (data keluar) berkisar antara 64 Kbps.

Komentar

  • Artikel lain Macam Macam Jaringan Komputer